Firasat Mangkuk Pecah: Jenazah Yudhi Korban KM Virgo Transport 8 Tiba di Surabaya

Jenazah Yudhi Arisandi korban KM Virgo Transport 8 tiba di rumah duka di Tenggumung Surabaya

Kedatangan jenazah Yudhi Arisandi, korban KM Virgo Transport 8, di rumah duka kawasan Tenggumung, Surabaya.

Surabaya - Suasana haru menyelimuti rumah duka Yudhi Arisandi, korban kecelakaan KM Virgo Transport 8, setelah jenazahnya tiba di kawasan Tenggumung, Kelurahan Pegirian, Kecamatan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur.

Jenazah Yudhi yang berusia 36 tahun tiba bersama rombongan pemulangan korban dan langsung disambut keluarga serta warga sekitar. Peti jenazah kemudian dibawa menuju musala yang berada di dekat rumah duka untuk menjalani proses penghormatan sebelum dimakamkan.

Yudhi merupakan salah satu korban meninggal dalam tragedi KM Virgo Transport 8. Ia diketahui bekerja sebagai sopir truk ekspedisi dan sebelumnya bekerja di wilayah Kalimantan.

Keluarga Menyambut Kepulangan Yudhi

Kedatangan jenazah menjadi momen yang berat bagi keluarga. Ayah Yudhi, Arifin, tampak berada di sekitar rumah duka ketika peti jenazah tiba.

Kesedihan juga dirasakan ibunda Yudhi yang langsung mendekati peti jenazah anaknya. Kerabat dan tetangga kemudian membantu membawa peti menuju musala untuk disalatkan.

Proses pemulangan tersebut menjadi bagian dari penyerahan korban yang telah berhasil diidentifikasi kepada keluarga masing-masing. Yudhi termasuk korban asal Surabaya yang identitasnya telah dipastikan sebelum jenazah dipulangkan.

Dikenang sebagai Pribadi Pendiam dan Sabar

Di mata keluarga, Yudhi dikenal sebagai sosok yang tidak banyak bicara dan cenderung menghindari perselisihan. Arifin mengatakan putranya lebih memilih mengalah ketika menghadapi persoalan.

Yudhi juga dikenal rajin membantu orang lain. Kebiasaan tersebut tidak hanya dirasakan keluarga, tetapi juga oleh orang-orang yang pernah bekerja dan berinteraksi dengannya selama berada di Kalimantan.

Ayahnya mengenang Yudhi sebagai anak yang gemar berbagi dan tidak terlalu memperhitungkan pemberian kepada orang lain ketika ada yang membutuhkan bantuan.

Tetangga Mengenang Sosok Ramah

Kesan serupa disampaikan tetangga Yudhi, Achmad Riyadhi. Menurutnya, Yudhi memang termasuk pribadi yang tidak banyak berbicara, tetapi tetap mudah bergaul dengan masyarakat di sekitar rumah.

Yudhi disebut terbiasa menyapa tetangga dan tidak pernah terlibat persoalan dengan warga di lingkungannya. Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat yang mengenalnya.

Keluarga Mengingat Kejadian Sebelum Identifikasi

Sebelum identitas Yudhi dipastikan, keluarga mengaku mengalami sejumlah kejadian yang kemudian mereka kenang sebagai firasat.

Arifin menceritakan bahwa istrinya sempat mengalami kejadian ketika dua mangkuk yang sedang dibersihkan tiba-tiba retak dan pecah. Peristiwa tersebut terjadi sebelum keluarga memperoleh kepastian mengenai hasil identifikasi korban.

Kisah tersebut kemudian kembali diingat keluarga setelah kabar mengenai identitas Yudhi disampaikan kepada mereka. Bagi keluarga, kejadian itu menjadi bagian dari kenangan yang melekat dalam masa penantian.

Sang Ibu Bermimpi Bertemu Yudhi

Sehari sebelum jenazah tiba, ibu Yudhi juga disebut mengalami mimpi tentang putranya. Dalam mimpi tersebut, Yudhi melakukan kebiasaan yang biasa dilakukannya ketika berada di rumah, yakni memijat kaki ibunya.

Setelah itu, Yudhi dalam mimpi tersebut berpamitan untuk pulang. Cerita tersebut kemudian disampaikan Arifin ketika mengenang putranya di rumah duka.

Kisah mengenai mimpi tersebut menjadi semakin emosional karena pada hari berikutnya keluarga benar-benar menerima kepulangan Yudhi dalam bentuk jenazah setelah proses identifikasi selesai.

Yudhi Meninggalkan Anak yang Masih Kecil

Menurut keterangan keluarga, Yudhi pernah menikah dan memiliki seorang anak perempuan yang masih berusia balita. Anak tersebut tinggal di Kalimantan bersama ibunya.

Arifin mengatakan hubungan Yudhi dengan mantan istri dan anaknya sudah lama tidak berlangsung seperti sebelumnya. Meski demikian, kabar mengenai kepergian Yudhi tetap menjadi bagian dari duka keluarga besar.

Tragedi KM Virgo Transport 8

Yudhi menjadi salah satu korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang mengalami musibah dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pada September 2026.

Proses pencarian dan identifikasi korban dilakukan secara bertahap oleh tim gabungan. Setelah identitas Yudhi dipastikan, jenazahnya diserahkan kepada keluarga untuk dipulangkan ke Surabaya.

Sejumlah laporan pada saat itu mencatat bahwa proses pencarian korban KM Virgo Transport 8 masih berlangsung, sementara korban yang telah berhasil diidentifikasi secara bertahap diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Kepulangan Terakhir ke Surabaya

Kedatangan jenazah Yudhi menjadi akhir dari penantian keluarga untuk mendapatkan kepastian mengenai keberadaannya. Setelah disalatkan di musala dekat rumah, jenazah selanjutnya dipersiapkan untuk dimakamkan.

Bagi keluarga dan tetangga, kepulangan tersebut menjadi momen untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Yudhi. Sosok yang dikenal pendiam, sabar dan suka membantu itu kini dikenang melalui cerita keluarga serta orang-orang yang pernah berinteraksi dengannya.

0 Komentar